Ada air mata yang disembunyikan di balik senyum Bu Tia.
adm
... menit baca
Di usia senja, Bu Tia masih setia berjualan gulali. Setiap hari beliau berangkat sekitar pukul 10 pagi dan baru pulang menjelang pukul 11 malam. Namun, perjuangan panjang itu tak selalu sebanding dengan hasil yang didapat. Pernah dalam sehari, gulali yang terjual hanya enam buah.
Bu Tia tinggal di rumah yang sangat sederhana bersama dua orang anaknya yang telah berkeluarga. Anak perempuannya bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah rumah sakit dengan tanggungan tiga orang anak. Sementara anak laki-lakinya juga memiliki dua orang anak, salah satunya masih bayi.
Menjelang tahun ajaran baru, kebutuhan keluarga semakin berat. Tiga orang cucunya membutuhkan sepatu, tas, dan perlengkapan sekolah. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Tia bahkan berniat menggadaikan oven yang dimilikinya.
Alhamdulillah, Selasa(4 Agustus 2026) amanah para donatur, melalui LAZ Ashpen dapat hadir membawa sedikit kebahagiaan. Paket sembako berisi 10 kg beras, minyak goreng, gula, teh, susu, mi instan, mi kuning, dan bihun diserahkan kepada keluarga Bu Tia. Selain itu, tiga orang cucunya juga menerima perlengkapan sekolah berupa buku tulis, pena, pensil, dan penghapus agar mereka tetap semangat belajar dan mengejar cita-cita.
Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi bagi Bu Tia dan keluarganya, ini adalah harapan bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui ASHPEN. Semoga setiap rupiah yang dititipkan menjadi jalan kebaikan, meringankan beban saudara-saudara kita, dan menjadi amal yang terus mengalir.
"Siapa yang meringankan kesulitan seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesulitannya pada hari kiamat." (HR. Muslim)
Sebelumnya
...